“Lebih cepat, lebih baik” tidak berlaku di sini

Perjalanan panjang dari Jakarta, menginap semalam di Yogyakarta untuk kemudian harus menyebrangi pelabuhan Ketapang menjadi kenangan indah yang harus tetap dikenang. Jam 3 sore, saat jam makan siang sudah terlewat, menyebabkan kami terpaksa berhenti di jalan raya menuju Ketapang untuk santap siang yang kesorean.

Rumah Makan Cawang Indah, menjadi pilihan. Nama Cawang bagi orang Jakarta adalah nama yang tak asing, pasti mengingatkan pada sebuah daerah di Jakarta Timur. Di rumah makan ini sudah ada segerombolan orang asing yang sedang dilayani oleh pramusaji restoran.

Karena sedikit kalap kelaparan, akhirnya pesan-memesan makanan cepat dilakukan. Saya memesan spaghetti bolognaise, suami saya memesan nasi ayam goreng kering, anak-anak saya memesan mie goreng dan steak campur.  Setelah komplain dan lebih dari 1 jam, barulah spaghetti pesanan saya datang. Dengan rasa yang tidak “nyuss” alias gak kerasa, terpaksa dimakan juga. Lapaaaar.  Sesi kedua datang mie goreng, yang juga dengan rasa hambar. Kurang bumbu. Pesanan ketiga datang, ternyata gak sesuai. Yang datang malah steak ayam. Ya sudahlah, daripada kelamaan. Terakhir… dengan wajah bersungut-sungut kecewa, pesanan suami saya datang. Nasi dan ayam goreng kering, yang ternyata tidak sesuai dengan harapan karena gak kering. Abang cuma nyolek-nyolek si ayam basah ini. Dia yang biasanya doyan makan jadi gak nafsu sama sekali.

Bubar judulnya.

100_0419100_0420

 

padahal jelas-jelas tertulis bahwa “Kepuasan Anda adalah Pelayanan Kami”.  Kalau bicara harga, standar. Pramusajinya kurang ramah (mungkin karena kami para pembelinya terlalu bawel, minta cepat semuanya). Jadilah wajah sang pramusaji ditekuk habis.

Saya jadi penasaran… apa sih penyebab lamanya pelayanan. Ternyata, setelah saya tanya-tanya dan observasi langsung ke dapur, yang ada satu koki dibantu satu orang. Kompor cuma 2… jadi… pantaslah lama. Akhirnya, supir, kernet, fotografer, dan tour guide membatalkan pesanan dan beralih membeli bakso malang yang lewat di depan resto. Jadilah… moto pak JK-Wiranto gak berlaku di sini. Lama ya lama… Lapar tetap lapar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s