Candi Prambanan… Lambang kekuasaan perempuan atas laki-laki?

Prambanan adalah candi Hindu yang terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Candi ini dibangun pada abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung setinggi 47 meter. Dengan tinggi ini, berarti Borobudur yang merupakan candi Budha kalah tinggi dibanding Prambanan.

Ada sebuah cerita menarik dibalik pembangunan Prambanan. Legenda Bandung Bondowoso yang mencintai Roro Jonggrang. Walaupun Jonggrang tidak membalas cinta Bondowoso, Jonggrang tidak menyatakannya secara langsung. Dia memilih menguji cinta Bondowoso dengan membuat suatu permintaan yang susah dipenuhi oleh orang normal. Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Yah, namanya cinta, Bondowoso dengan segenap kemampuan dan kekuatan yang dimiliki (walaupun bukan kekuatan dia sepenuhnya) akhirnya berhasil membuat 999 arca. Tapi… inilah kehebatan Jonggrang. Daripada dia menyesal seumur hidup menikahi Bondowoso, lebih baik dia berbuat curang dengan meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar kelihatan sudah pagi. Ayam juga dipaksa berkokok untuk menandakan pagi menjelang. Bondowoso yang kesal karena merasa dicurangi, akhirnya mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000.Inilah yang akhirnya mengilhami judul tulisan ini.

Candi Prambanan sendiri (menurut cerita Pak Joko, yang jadi guide selama saya mengunjungi Prambanan) memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Cerita lengkap tentang candi-candi ini, silakan baca dari tulisan penulis lain.

Candi Prambanan adalah salah satu tempat yang juga merasakan gempa Yogyakarta pada Mei 2006.

100_0290

Beberapa bangunannya rusak. Kerusakan yang dialami candi prambanan kebanyakan adalah runtuhnya bagian-bagian gunungan candi dan rusaknya beberapa batuan yang menyusun candi. Makanya, UNESCO melakukan renovasi dan rehabilitasi bangunan candi yang warisan budaya dunia nomor 642.

100_0291Tapi bukan masalah rehabilitasi yang dilakukan oleh UNESCO. Hanya saja, memang agak sulit mengembalikan candi seperti semula. Bangunan candi yang ada sekarang dibikin beton (yang pada masa dibangunnya candi ini belum diciptakan baja dan semen). Ukiran khas candi juga tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala. Malah banyak ornamen candi yang masih berserakan di bawah. Saya semakin yakin, bahwa manusia dulu memang lebih pintar untuk membangun bangunan. Gak pake semen, gak pake baja, tapi kokoh. Gak pake alat canggih, tapi bisa bikin relief yang kaya dengan arti.

100_0304 Bahkan pak Joko juga bercerita, “dulu sih banyak batu candi yang diambil warga, bahkan untuk membangun rumah mereka. Sekarang sih gak lagi,” komentar Pak Joko waktu saya bertanya mengapa candi hanya dibatasi dengan kawat yang mudah dilalui orang, dan bagaimana penjagaan terhadap batu-batu candi yang belum sempat dikembalikan kepada bentuk aslinya.

Terakhir, hati-hati ketika mengajak anak-anak di bawah umur untuk melihat candi ini.  Prambanan adalah candi yang reliefnya memuat kisah Ramayana. 100_0309Ada beberapa penggambaran tentang hubungan seks pada relief yang ada. Jadi harus pintar-pintar menceritakannya kepada anak-anak.

Semua foto diambil penulis pada tanggal 6 Juli 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s