Susahnya Belajar Konsonan

Apa sih konsonan? Itu loh huruf mati yang gak berbunyi kalau tidak diikutsertakan huruf vokal. Dengan kata lain, semua huruf dalam alfabetikal selai a, i, u, e, o. Misalnya “kt” walaupun kalau dieja dengan bahasa Indonesia akan menjadi “kate” tapi kalau kita baca sebagai suatu kata menjadi tidak bisa dan mungkin tidak bermakna. Akan tetapi, kalau huruf-huruf ini dirangkai dengan huruf vokal misalnya “a”, maka akan menjadi “kata”, atau jika dikombinasikan dengan huruf vokal “I” dan “a” menjadi “kita”, atau jika kita ganti huruf “I’ menjadi “o” akan menjadi “kota”. Tulisan ini bukan mengajarkan merangkai huruf menjadi kata, atau kata menjadi kalimat. Tulisan iniakan sedikit memberi contoh bagaimana sukarnya seorang anak usia 4 tahun menggunakan konsonan dalam satu kata. Misalnya Jakarta. Pada kata ini ada dua huruf konsonan yang berdekatan “r” dan “t”. Kata lainnya adalah kulkas. Di sini ada dua huruf konsonan lain yang letaknya berhimpitan yaitu “l” dan “k”.

Dyta, adalah seorang anak usia 4 tahun, baru akan masuk TK A bulan Juli tahun ini. Sejak dia bisa melafalkan “r” dengan baik, dia akan menyebut “Jakarta” dengan “Jakatra”, menyebut “Kulkas” dengan “Kuklas”, “Karpet” dengan “Kapret”, “Kerja” dengan “Kejra”, “Terbang” dengan “Tebrang”. Untunglah pagi ini Dyta sudah mulai bisa menyebut Kulkas dengan benar ketika kami bilang bahwa “susunya ketinggalan di kuklas”, Dyta bilang, “bukan kuklas tahu, tapi kulkas”. Alhamdulillah… mudah-mudahan satu persatu bisa diubah menjadi lebih benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s