SECOND FLOOR CONSPIRACY

Judul ini saya tulis bukan karena tulisan ini terkait dengan suatu kejahatan tertentu, bukan juga karena saya ingin terlihat mengada-ada. Tulisan ini dibuat untuk mengenang perjalanan seorang saya dengan seorang kawan.

Teori persekongkolan atau teori konspirasi (dalam bahasa Inggris  disebut conspiracy theory) dengan merujuk dari Wikipedia merupakan teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Konspirasi merupakan sebuah gerakan terselubung yang dikendalikan oleh segelintir orang yang berada di tingkat elit dalam kekuasaan. Saya akan berhenti pada pendefinisian tersebut. Titik.

Kawan …

Ketika saya mengenal kawan pertama kali sekitar tahun 2006-an saat kawan menjadi mahasiswa saya. Saya melihat, kawan punya sesuatu yang berbeda. Bukan hanya brain dan behavior, tapi ada inner beauty yang kawan miliki. Ah… kok seperti kontes puteri yang sering saya saksikan di tivi.  Ketika akhirnya saya mempercayai kawan untuk bergabung dengan tim kami, saya merasa bahwa saya sudah menyelesaikan separoh dari masalah yang saya miliki.

Saya ingat ketika pada suatu ketika, saya mendapat telepon dari seorang lelaki “terhormat” yang meminta saya untuk mencarikan orang yang tepat untuk membantunya, pada saat itulah saya menyebut nama kawan sebagai orang yang saya pilih. Walaupun kemudian saya sempat kecewa pada lelaki ini karena membuat harga diri pergi meninggalkan diri saya dalam sekejap. Untunglah harga diri ini mau kembali walaupun saya sulit menerima dengan sepenuh hati, “mengapa dulu kau meninggalkan saya, harga diri…”.

Saya ingat ketika kita sama-sama pernah pergi ke provinsi paling barat untuk berlomba. Pada saat ini, undangan demi undangan saya hadiri hanya untuk kepuasan segelintir orang. Untunglah kawan menjadi malaikat penyelamat. Kawan bisa menggantikan banyak peran yang saya lakoni dan telah membuat saya dikenal oleh seantero kampus.

Saya juga masih ingat bagaimana kawan membuat banyak kaum hawa terkagum dan ingin menjadi pendamping kawan. Ada yang datang langsung, ada yang datang dengan muka harap, dan ada yang secara tersirat menyampaikannya kepada saya. Saya memang tidak pernah bercerita langsung kepada kawan. Kawan seperti Irfan Bachdim yang sekarang jadi idola dan dikejar perempuan. Muda dan berbakat.

Ada sedikit kekecewaan saya ada saat kawan di awal November sempat menghilang tidak dapat saya raih. Ada sesuatu yang kawan sembunyikan. Sampai kemudian akhirnya muncul sedikit rencana jahat dari saya walaupun kemudian saya batalkan. Itulah kelahiran konspirasi, sesuai judul yang saya tulis. Tapi ini bukan akhir dari tulisan saya.

“Pilihan” mungkin lebih tepat mengganti “konspirasi”. Pilihan (bahasa Inggris menyebut sebagai choice) di dasari pada rational choice theory. Saya tidak peduli siapa tokoh yang mengenalkan teori ini. Yang saya tahu, saya mengenal teori ini ketika belajar Ekonomi Politik. Yang saya ingat, guru mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan memilih. Memilih sesuatu sesuai dengan informasi yang telah dimilikinya. Yang pasti, pilihan yang dilakukan sesuai dengan rasionalitas saat itu.

Pilihan rasional tidak seperti tindakan yang saya lakukan ketika saya memilih makan siang dengan menu gado-gado atau baso. Makanan terakhir ini bukan saya pilih karena adanya informasi bahwa baso lebih sehat dibandingkan gado-gado, tetapi karena saya memang  tidak berselera memilih gado-gado menjadi makan siang saya kalau di Depok karena rasanya yang tidak pas di lidah saya. Berbeda ketika saya di Salemba, maka saya akan memilih makan gado-gado di kantin kedokteran gigi, bukan juga karena di sana tidak ada baso yang enak.

Yang saya rasakan kemudian adalah pilihan rasional lebih banyak terjadi karena aspek ekonomi dibandingkan aspek lainnya. Banyak orang ingin menjadi anggota dewan yang terhormat karena merasa akan mendapatkan nilai lebih dibandingkan hanya menjadi preman atau pengangguran saja.

Tapi, saya penuh yakin, pilihan yang kawan lakukan, dipastikan menyingkirkan aspek ekonomi. Apa yang kawan peroleh saat ini, sangat jauh berbeda dengan apa yang saya peroleh ketika saya seusia dengan kawan. Ada sedikit kesamaan antara saya (pada saat saya seusia kawan) dan kawan, Kita adalah orang yang tidak puas dan merasa ada sesuatu yang tidak sesuai di hati.

Itulah pilihan rasional yang saya lakukan hingga tahun 2000. Padahal saya pernah berkubang di satu tempat yang membuat saya nyaman dan tertram. Tidak ada intrik, tidak ada celaan, atau tidak ada saling membunuh untuk mendapatkan sesuatu karena saya dan yang lainnya adalah bersaudara. Sedikit penyesalan karena seharusnya saya tetap ada di kubangan sana, karena saya berkubang emas.

Tapi, saya memilih untuk memasuki istana yang ternyata palsu. Banyak orang saling sikut, saling tusuk, saling menjilat untuk memperoleh sesuatu, bahkan rela membunuh untuk mendapatkan sesuatu. Seperti Istana pasir yang tidak sanggup bertahan menghadapi hempasan air dan angin. Kita mempertontonkan kekokohan padahal rapuh di dalamnya.

Saya salah dan merasa menyesal berkepanjangan karena mengajak kawan memasuki istana pasir ini karena telah membuat kawan terbelenggu dalam jeruji besi kepongahan dan dimanfatkan hanya oleh segelintir orang.

Jadi, saya tidak akan seperti bos yang akan menggunakan segalanya untuk menahan kawan tetap bersama saya. Jikalau saya diberikan kewenangan pun, sekali lagi, tidak akan pernah saya lakukan  untuk mengajak kawan tetap berada di sini. Karena itu semua adalah pilihan, bukan konspirasi.

Terima kasih dan Semoga…

Lantai dua, Depok,

12.40 WIB.

End of Year 2010.

4 thoughts on “SECOND FLOOR CONSPIRACY”

  1. Tiada dapat kutahan air mata ini untuk jatuh setelah membaca tulisan ini.

    Aku yakin tiada maksud sang kawan meninggalkan Ibu. Jika demikian kondisinya, sesungguhnya dia pergi karena tidak ingin penghuni istana dilenakan oleh keadaan dan terlupa membangun masa depan negeri kerajaan mereka. Dia pergi karena untuk melakukan perubahan diperlukan pengorbanan. Dia pergi bukan karena benci, melainkan kecintaan yang teramat tinggi pada negeri kerajaan itu.

    Aku yakin dia tahu tentang kepongahan, tentang intrik, tentang upaya beroleh kemuliaan. Dia tentu tidak takut, apalagi menghindari hal itu. Dia justru ingin menunjukkan arti kemuliaan yang sesungguhnya. Kemuliaan yang tanpa memunculkan rasa pongah. Kemuliaan yang diraih tanpa berintrik.

    Dia tentu juga seperti Ibu, yang berucap terima kasih dan selalu mendoakan semoga yang terbaik selalu bersama Ibu dan rekan-rekan yang lain.

    Dan seperti juga aku, dia tentu sulit merasa sebagai seorang kawan, karena dia akan selalu menjadi murid Ibu. Sungguh suatu pengalaman yang indah dan berharga telah menerima ajakan Ibu.

  2. Selalu ada hikmah dalam tiap peristiwa,..

    Semoga smua warga kerajaan bisa memahami keputusan seorang kawan tsb dengan hati yang bersih tanpa tendensi dan rasa dengki..

    Semoga semua warga kerajaan menyadari bahwa setiap ‘orang’ memiliki masa dan setiap masa ada ‘orang’nya,

    Dan untuk seorang kawan,..
    Tetap Semangat,..
    Smoga keputusan yang kau buat akan memiliki eksternalitas yg positif bagi smua,..

    Good Luck Kawan,..

  3. Untuk seorang kawan..

    Seperti pertama kali aku mendengar keputusanmu untuk meninggalkan kerajaan, sampai saat ini dan mungkin sampai kapanpun aku merasa kehilangan. Kita pernah memiliki angan bahwa kita akan berjuang bersama demi masa depan kerajaan yang lebih baik. Kini kawan harus pergi, meninggalkan banyak tanya di benak penghuni istana. Semoga kepergian kawan menjadi momentum bagi kerajaan untuk instropeksi diri dan melakukan perubahan yang lebih baik.

    Tetap semangat kawan.. Jangan lelah untuk selalu membawa kebaikan di kerajaan lain. Semoga kita tetap bisa bekerja sama.

    Selamat jalan kawan.. Segala pengorbanan dan perjuanganmu tak akan pernah aku lupakan.

    1. Sangat menyentuh…apa yg ditulis smuannya benar…utk kawanku…saudaraku…smoga pilihan ini adalah yg terbaik utk dirimu…tapi aku yakin kita takkan sepenuhnya berpisah karena pasti suatu saat nanti kita akan berjumpa lagi…so long n farewell my brother…smoga dengan kepergianmu bisa menyadarkan warga kerajaan bahwa regenerasi itu perlu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s