di-FOX-kan

Beberapa malam ini, suamiku senang sekali mengulang-ulang kata di-fox-kan. Tentu saja ini bukan kata yang tepat menurut bahasa Indonesia, karena tidak ada kata dasar “fox”. Namun, bagi beberapa jurnalis, istilah seperti ini biasanya muncul karena terkait dengan satu peristiwa. Misalnya, istilah di-munir-kan, muncul untuk mengganti kata kerja menghilangkan nyawa orang seperti cara Munir tewas dengan asenik di tubuhnya, atau mungkin sebentar lagi akan muncul di-gayus-kan. Kata kerja yang terakhir ini bagi semua pencari keadilan tentu akan bermakna cukup menyenangkan. Plesiran ke luar negeri dengan paspor aspal, hanya dihukum 7 tahun (potong masa tahanan, hanya 2/3 di dalam masa tahanan, dapat remisi pula) plus denda 300 juta saja, pasti seperti memperoleh hadiah dari santa claus di malam natal.

Nah, istilah di-fox-kan ini muncul karena suami saya mungkin sedikit jengkel dengan hobi saya menonton film seputar kriminalitas yang diputar di televisi berbayar. Mulai dari CSI (Crime Scene Investigation) Miami, Las Vegas, New York, atau CSI tanpa embel-embel kota, Criminal Minds, Lie to Me, NCIS (Naval Criminal Investigative Service) akan saya tonton tanpa henti dan saya akan pesan jika saya tahu pada jam tertentu akan diputar.

Tokoh seperti Detective Grissom, Detective Horatio, Detective Taylor, si ahli komputer Penelope Garcia, Agent Jethro Gibbs, Abby si forensik gotik, dan Dr. Lightman adalah tokoh yang saya kenal betul dengan sifat yang berbeda. Horatio yang hampir selalu menundukkan kepala, Jethro Gibbs yang sering dikesali oleh anak buahnya, atau Lightman yang ternyata sayang sekali dengan keluarga. Memecah teka-teki kejahatan melalui hal-hal yang detail yang ditemui di TKP, termasuk mempelajari dari lingkungan sekitar, atau melakukan wawancara dengan memandangi mimik wajah para tersangka pun menjadi hobi saya, manakala remote tivi sudah ada di tangan saya. Nah, FOX Crime, AXN, dan AXN Beyond, tentunya menjadi stasiun favorit saya. Itulah makanya suami saya menyebut sebagai di-FOX-kan, karena mungkin saya terlihat sering memutar stasiun FOX Crime.

Bagi saya yang senang dengan behavioral analysis, menonton film-film semacam ini menambah wawasan terutama untuk memberi contoh waktu mengajar. Sesekali berandai-andai, “ah, seandainya di Indonesia ada lembaga sejenis yang memiliki komitmen luar biasa memecahkan kejahatan, mungkin kasus Robot Gedhek, Babeh, atau terakhir oleh Sartono yang mengaku telah menyodomi 96 anak, tidak akan terjadi. Saya ingin orang seperti tokoh Dr. Lightman bisa hadir dan mewawancarai Antasari Azhar, Susno Duadji, dan Gayus Tambunan, sehingga kebohongan demi kebohongan akan terbongkar karena mereka tidak bisa berbohong.”

Tapi itu semua kan hanya pengandaian. Jadi maafkan saya ya, seandainya saya terpaksa menguasai remote dan terus memutar film-film seperti ini. Yah, namanya hobi. Selain diajak untuk menyenangi olahraga sejak kecil (sejak 5 tahun di bawa nonton sepakbola di senayan, SMP gabung tim basket, SMA gabung tim volley, di rumah sering main tenis meja, bulutangkis sih gak usah di tanya, sejak SD renang gaya punggung), orangtua juga senang membelikan buku cerita. Sejak saya mulai memiliki kartu perpustakaan umum Jakarta Selatan, membaca cerita fiksi seperti lima sekawan Enid Blyton, trio detektif Alfred Hitchcock, sampai kemudian saat dewasa mengenal Agatha Christie dengan tokoh Hercule Poirot, menjadi bacaan yang tidak pernah membosankan. Walaupun akhirnya “jagoan pasti menang”, bagaimana merangkai bukti dan pernyataan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bagi saya, “ketelitian dan ketekunan” adalah dua kata yang akhirnya mewujudkan saya untuk menyukai “statistik, matematika, dan penelitian”. Sama seperti seorang agen membuka tabir kejahatan.

One thought on “di-FOX-kan”

  1. Hahahahaha. Kebiasaan menonton acara sejenis menambah pengetahuan. Tapi kalau menontonnya terus menerus hingga pagi tidak baik bagi kesehatan. Apalagi kl menontonnya sambil tidur….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s