Memaknai Foto Bermakna

Belajar Membaca Pengumuman di Danau UI

Mengambil gambar atau lebih dikenal sebagai fotografi menjadi salah satu hobi saya. Dengan hanya berbekal kamera digital, saya mencoba untuk mengambil sudut-sudut gambar yang tidak biasa. Ada yang disengaja dan ada yang tidak disengaja. Walaupun foto tersebut hanya mengambil angle manusia, saya ingin foto tersebut memberikan cerita.

Salah satunya saya lakukan beberapa hari yang lalu saat mengantar kolega saya ke salah satu sudut UI, tepatnya ke DRPM. Inilah momen yang menarik untuk dilihat dan dikomentari.

Pertanyaan pertama: “Apakah foto tersebut bagus karena modelnya”?

Tentu saja jawabannya tidak. Dalam setiap pengambilan gambar, memang model diperlukan. Tapi, kalau modelnya gak bisa diarahin dan monoton, hasilnya juga pasti gak bagus. Model-model pada foto yang pertama juga bukan model profesional kok. Mereka adalah kolega saya yang hobi kalau difoto. Nah cocok dengan saya yang punya hobi memoto.

Pertanyaan kedua: “Apakah foto tersebut bagus karena kameranya juga memiliki kualitas yang bagus?”

Gak juga kok. Bukannya bermaksud promosi. Saya hanya pakai Kodak Easy Share C1013.

Pertanyaan ketiga: “Apakah karena foto tersebut diambil pada waktu yang tepat”?

Saya akan menjawab iya. Foto ini diambil sore hari, dimana waktu sore antara pukul 4-5.30 adalah waktu yang memang pas, karena tidak terlalu panas.

After 2 hours sport

Pertanyaan keempat: “Boleh gak sih kita menggunakan zoom saat mengambil gambar dengan kamera digital?”

Saya adalah orang yang tidak senang menggunakan zoom apabila menggunakan kamera digital. Mengapa? Soalnya waktu saya buka di komputer, hasilnya tidak sebagus kalau saya tidak menggunakan zoom. Nah, lebih baik kita edit di komputer aja. Yang sederhana bisa edit menggunakan Microsoft office picture manager. Di crop, edit.  Jadi deh…

Di balik itu semua, foto membuat kita mengingat saat tertentu. Foto di samping misalnya, adalah hari pertama kegiatan olahraga dimulai dan ini mengingatkan bahwa kolega saya punya mimpi menjadikan sore hari kami bermanfaaat dengan berolahraga. Kita tunggu saja cita-cita itu terwujud selamanya.  

Suami saya baru sadar bahwa saya memiliki sebuah foto saat saya dan dia ikut lomba (waktu itu kami belum memiliki hubungan istimewa, ha ha ha).

Satu keinginan saya. Suatu saat saya akan memiliki kamera LSR. Jadi saya bisa memainkan zoom dan lensa saya sesuai dengan kebutuhan.

One thought on “Memaknai Foto Bermakna”

  1. wakakakakakak….itu mah karena modelny mbak hehehe…walaupun sang fotografer jg punya andil yg sangat besar jg…(y iyalah klo ngga ada yg moto, kagak bakal jd tuh foto hehehe)…
    aniwei…thanks for the pic mbak…kayaknya mo dicetak nih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s