Pada hari Kamis

Tuhan tidak pernah mengajarkan kepada umat-Nya untuk membenci setiap hari dalam hidupnya
Tuhan juga tidak pernah suka jika hamba-Nya mengeluh dengan apa yang dialami pada harinya
 
Tapi, Yang Maha Mendengar…
Hari ini, saya harus membenci
Hari ini, saya harus mengeluh
Tentang apa yang terjadi pada hari ini
 
Saya kecewa, karena saya tidak bisa mencegah semua terjadi pada hari ini karena saya bukan siapa-siapa
Saya kecewa, karena saya tidak bisa memutar kembali hari ini karena saya juga bukan apa-apa
 
Apakah Engkau akan marah, Ya Rabb?
Apakah Engkau akan murka, Yang Maha Kuasa?
 
Ketika saya harus mempertanyakan
Di mana letak hati nurani manakala beradu dengan uang  
Di mana letak hati nurani manakala berlawanan dengan politik
Di mana letak hati nurani manakala berhimpitan dengan kekuasaan
 
Ampuni saya, Sang Maha Pemurah
Karena hari ini saya hanya menjadi seonggok daging tak berguna
 
8 Desember 2011
dari Depok untuk Indonesia yang Lebih Baik

2 thoughts on “Pada hari Kamis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s