Perda Si Tomas, perlukah?

Bupati:

“harus ada definisi yang jelas tentang tokoh masyarakat. Bahkan kalau perlu dibuat Perda tentang tokoh masyarakat. Biar gak ada orang atau sekelompok orang yang menyatakan dirinya tokoh masyarakat. Ada gak daerah yang sudah punya Perda tokoh masyarakat, nanti kita tiru Perda tersebut.”

Penulis:

“Pak Bupati, mohon maaf. Saya ini orang awam, hanya lulusan dalam negeri. Tidak kompeten seperti Bapak. Bolehkah saya memberikan komentar? Apa untuk menyebut seseorang adalah ustad harus juga melalui Perda? Bukankah ustad juga tokoh masyarakat ? Bahkan katanya ada loh yang mendapat sebutan ustad karena televisi yang menjadikan dia ustad? Jadi, apakah tetap perlu ada Perda si Tomas (Peraturan Daerah tentang Definisi Tokoh Masyarakat) ini, Pak?”

Minta pendapat dari para pembaca tentang Perda si Tomas, dong… Apakah memang perlu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s