Sosok Donal Bebek

Usia Majalah Donal Bebek Indonesia sudah 35 tahun. Kalau melihat usia ini, berarti sudah tua ya… Namanya majalah anak-anak, tapi ternyata penggemarnya bukan hanya anak-anak loh. Saya adalah salah satunya. Namun begitu, bukan berarti saya kekanak-kanakan loh.

Donal bebek yang asilnya bernama Donald Fauntleroy Duck ini Donal tampil pertama kali pada tanggal 9 Juni 1934. Donal saya membuat hidup menjadi lebih berwarna. Hidup tidak selalu hitam putih, tidak harus selalu di atas, tidak harus selalu berhasil, dan bahkan kadang harus menjadi menyedihkan. Tapi, semuanya dilakoni sang Uncle Donald dengan tetap menjadi apa adanya bukan ada apanya. Dia tidak punya uang untuk menyogok penguasa apalagi untuk korupsi. Jadi kalau ditanya integritasnya donal untuk anti korupsi, saya pikir dia sosok yang bisa dijadikan teladan loh.

Sifat Donal yang paling terkenal adalah mudah marah, sering berganti-ganti pekerjaan, namun dari situlah kita bisa melihat bahwa Donal itu seekor bebek yang multitalented dan lebih kreatif. Coba, generasi muda sekarang punya sifat multitalented dan kreatif seperti Donal. Mungkin, negara ini dapat menjadi salah satu macan dunia nantinya.

Satu lagi… walaupun cerewt dan sering mara-marah, dia tetap cinta keluarga loh. Dia sangat bertanggungjawab terhadap ketiga keponakannya, Kwik, Kwek, dan Kwak.

 

Dari Depok untuk Indonesia yang Lebih Baik

Advertisements

Sai Anju Ma Au

Salah satu yang membuat saya ingin menikahi orang Batak, katanya orang Batak itu romantis loh. Bisa nyanyi sambil main gitar, bisa ciptain lagu, pokoknya romantis banget deh. Tapi, ternyata, orang Batak yang satu ini, yang akhirnya jadi suamiku, ternyata tidak bisa nyanyi sambil main gitar apalagi mencipta lagu.

Untungnya sih, dia beneran orang Batak. Buktinya, dia pernah ngajarin aku nyanyi lagu Sai Anju Ma Au. Dengan telatennya, dia tuliskan syairnya di buku catatanku. Ini lah lagu Batak yang akhirnya saya hafal, bahkan saya pernah naik panggung nyanyiin lagu ini. Asal tahu aja, saya ini gak boleh ditantangin sedikit untuk nyanyi. Kalau gak ada yang berani, pasti saya yang akan pegang microphon.  Pede aja lagi.  Soalnya nih lagu enak banget. Udah gitu, karena si abang juga ngasih tahu artinya, jadinya aku bisa menghayati deh.

SAI ANJU MA AU (Tigor Gipsy Marpaung)

Aha do alana, dia do bossirna hasian
umbahen sai muruk ho tu au ito
molo tung adong na sala na hubaen
denggan pasingot hasian

Molo hurimangi, pambahenan mi na tu au
nga tung maniak ate atekki
sipata bossir soada nama i
dibaen ho mangarsak au

Reff.
Molo adong na sala
manang na hurang pambahenan ki
sai anju ma au, sai anju ma au
ito hasian
sai anju ma au, sai anju ma au
ito nalagu

Selamat bernyanyi…

Rabu Sore-sore: antara CINTA dan DUSTA

Dalam hidup itu, ada satu yang sangat tidak kusuka. MUNAFIK. Yah, kalau itu dianggap sebagai suatu yang keras, mungkin harus ganti nama jadi ORANG BERMUKA DUA, apa yang diomongin dan apa yang dilakuin kok gak sama ya.

Yang gampang sih, misalnya bilang gak mau, tapi kok dilakoni. Apa ini tidak berarti munafik? Ada orang yang berlindung dibalik pakaian agama yang digunakan, ada yang berlindung di balik sosok orang yang berkuasa. Tapi bagi saya, satu yang saya pegang “Jadilah orang yang jujur, walau kadang menyakitkan”. Jadi maaf, saya gak mengenal istilah WHITE LIE. Namanya dusta, ya dusta, gak usah berlindung di balik DUSTA untuk KEBAIKAN.

Tapi kalau sudah CINTA, gimana dong? Kadang orang lupa, JATUH CINTA memang berjuta rasanya (itu kata-kata yang saya ambil dari syairnya Titik Puspa), bahkan kadang lupa bahwa mungkin akan hadir FITNAH karena dia sendiri yang memilih ingin diomongin orang karena ketidakjujurannya.

Jadi, apakah cinta menjadi hal yang terlarang? Oh, tidak dong. Yang pasti, yang menjalaninya harus tahu mana yang baik untuk diumbar dan mana yang lebih baik disimpan. Alasan karena terlibat CINTA LOKASI kadang akan menjadi  bola liar di kemudian hari. Padahal sih, memang dari awal sudah suka, tapi karena semakin sering ketemu dalam tempat yang sama, akhirnya semakin suka deh.

Pada suatu Senin: antara Takdir dan Tetangga adalah Keluarga Terdekat

Pagi-pagi dalam samar mimpi, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu rumah. Siapa ya? Sambil aku bangun dan memandang ke luar jendela yang memang kusengaja tidak diberikan tirai. Masih gelap. “Bang…?” panggil aku, ketika kedua kalinya ketukan terdengar. Sekitar jam 2 dini hari, kebiasaan suamiku untuk pindah tidur ke depan televisi, walaupun kemudian televisi lah yang menonton dia pulas bermimpi. Ketukan ketiga akhirnya kubukakan pintu, masih dengan pakaian tidurku. “Oh, Pak RT. Ada apa ya?” tanya saya. Pak RT menjelaskan bahwa ada tetangga kami yang meninggal. Sambil aku nyalakan laptop, akhirnya saya paksa suami saya untuk bangun dengan menyalakan lampu. Kalau sudah begini, sebagai sekretarisnya Sekretaris RT (maklum, yang biasa mengetikkan surat keterangan warga adalah aku, jadi aku angkat diriku menjadi sekretarisnya Sekretaris RT karena suamiku lah yang jadi Sekretaris RT).

Cerita tentang tetanggaku yang meninggal, seperti de ja vu. Malam hari sebelum dia meninggal, tiba-tiba sang Kakak datang ke rumah meminta surat keterangan. Sudah jadi kesepakatan di tempat kami tinggal, ada biaya keamanan dan kebersihan yang harus dibayarkan setiap rumah tangga. Atas alasan ketidakmampuan lah sang Kakak dan juga adiknya (almarhum) menolak untuk membayar. Buat saya pribadi, alasan tidak mampu agak tidak wajar. Anak-anaknya  sekolah di sekolah mahal. Motor pun punya merek terbaru. Isteri si adik pun juga bekerja. Jadi, sedikit membesarkan masalah ketidakmampuan-lah. Ketika suami ku mempertanyakan masalah iuran, malah sang Kakak menceramahi suamiku tentang hak untuk memperoleh pelayanan yang tidak ada kaitannya.

Akhirnya, karena kesal, saya sempat komentar “Coba, bayar kewajibannya gak mau, bergaul dengan tetangga juga gak mau, kalau meninggal siapa yang mau ngurus?” Ucap saya sambil menyebutkan nama almarhum. Tiba-tiba mendengar nama yang saya sebutkan semalam meninggal, merinding jadinya. “Kok jadi kenyataan?” Moga-moga bukan karena intuisi saya ya… Yang pasti karena takdir yang Maha Kuasa.

Ketemu si isteri, terus terang saya katakan gak mengenal. Padahal saya itu katanya eksis di mana-mana, ha ha ha… Selesai melayat, pukul 08 kembali pulang, Beres-beres tas, siap berangkat ke kampus. Ternyata, gubrak, kaki terpeleset di tangga ke luar, keki kanan terkilir,  tangan dan lutut memar karena harus menahan badan dan wajah agar tidak terbentur lantai carport. Aku hanya berteriak “Pak Jono….” Karena hanya supirku yang ada dan aku pikir bisa membantu. Akhirnya memutuskan untuk pergi ke tukang urut dekat rumah dan membatalkan pergi ke kampus karena memang tidak bisa jalan. Sekali lagi takdir yang Maha Kuasa.

Seharian, tetangga ku bolak-balik ke rumah ngajak ngobrol dan ngerumpi tentang Majlis Ta’lim yang sudah lama aku tinggalkan karena gak bisa bolos kerja. Alhamdulillah, mudah-mudahan tetanggaku bisa menjadi keluarga terdekat ku, terutama jika terjadi apa-apa dengan keluarga ku. Amin.

 

Dari Depok untuk Indonesia yang Lebih Baik

Soft Skills Awareness Program bagi mahasiswa/alumni UI dan non UI

Teman-teman mahasiswa… ada informasi yang menarik nih. Sejak November 201 1sampai Mei 2012 nanti, akan ada beberapa Program Soft Skills Awareness bagi mahasiswa dan alumni UI. Hanya dengan membayar Rp. 20.000 saja bagi mahasiswa dan alumni UI, dan Rp. 30.000 untuk non UI, semua orang bisa menjadi pesertanya.

Mengenal Soft Skills: memahami peran soft skills dalam keberhasilan diri di masyarakat baik di dalam kampus maupun di dunia kerja (19 Nov 11, 28 Jan 12, atau 17 Mar 12) pukul 09.00-11.00

Membentuk nilai kerja: Memilih dan membentuk nilai-nilai diri agar memiliki karakter yang kuat (19 Nov 11, 28 Jan 12, atau 17 Mar 12) pukul 11.30-13.30

Membangun hubungan emoasi: Membangun hubungan berdasarkan empati dengan teman kerja dan atasan untuk membangun kredibilitas (26 Nov 11, 11 Feb 12, atau 31 Mar 12) pukul 09.00-11.00

Mengenali pemegang otoritas: Memilih langkah yang tepat saat bekerja dengan pemegang otoritas dan menggunakan otoritas dengan tepat (26 Nov 11, 11 Feb 12, atau 31 Mar 12) pukul 11.00-13.30

Mengakui kontribusi individu: mengakui kontribusi dan prestasi teman kerja dan menerima masukan dan kritik. (3 Des 11, 18 Feb 12, atau 14 Apr 12) pukul 09.00-11.00

Menyelesaikan masalah: memecahkan masalah secara sistematis, jangka pendek, dan pencegahan masalah di masa datang. (3 Des 11, 18 Feb 12, atau 14 Apr 12) pukul 11.00-13.30

Menyelesaikan konflik: menyelesaikan konflik dengan benar dan pencegahan konflik di masa datang (10 Des 11, 25 Feb 12, 21 Apr 12) pukul 09.00-11.00

Mengambil inisiatifL mengambil tindakan yang tepat sesuai, tanggung jawab, serta mengembangkan tingkah laku proaktif (10 Des 11, 25 Feb 12, 21 Apr 12) pukul 11.00-13.30

Membuat prioritas tugas: membuat prioritas tugas dan tindakan secara efektif dan benar. (14 Jan, 3 Mar, 28 Apr 12) pukul 09.00-11.00.

Bekerja dalam tim: mengembangkan tingkah laku efektif saat bekerja dalam kelompok. (14 Jan, 3 Mar, 28 Apr 12) pukul 11.00-13.30.

Membangun akuntabilitas kerja: mengembangkan tingkah laku yang akuntabel agar mampu menunjukkan hasil kerja. (21 Jan, 10 Mar, 12 Mei 12) pukul 09.00-11.00

Mempresentasikan ide: menyampaikan ide secara verbal dan mempresentasikannya untuk di respon oleh audiens (21 Jan, 10 Mar, 12 Mei 12) pukul 11.00-13.30.

Lumayan loh, apalagi untuk cari kerja. Kayaknya soft skills seperti ini pasti diperlukan. Hubungi CDC UI, Kompleks Pusgiwa UI, 982 64 777, 985 22 842, atau 985 22 845.

 

Dari Depok untuk Indonesia yang lebih baik