Rabu Sore-sore: antara CINTA dan DUSTA

Dalam hidup itu, ada satu yang sangat tidak kusuka. MUNAFIK. Yah, kalau itu dianggap sebagai suatu yang keras, mungkin harus ganti nama jadi ORANG BERMUKA DUA, apa yang diomongin dan apa yang dilakuin kok gak sama ya.

Yang gampang sih, misalnya bilang gak mau, tapi kok dilakoni. Apa ini tidak berarti munafik? Ada orang yang berlindung dibalik pakaian agama yang digunakan, ada yang berlindung di balik sosok orang yang berkuasa. Tapi bagi saya, satu yang saya pegang “Jadilah orang yang jujur, walau kadang menyakitkan”. Jadi maaf, saya gak mengenal istilah WHITE LIE. Namanya dusta, ya dusta, gak usah berlindung di balik DUSTA untuk KEBAIKAN.

Tapi kalau sudah CINTA, gimana dong? Kadang orang lupa, JATUH CINTA memang berjuta rasanya (itu kata-kata yang saya ambil dari syairnya Titik Puspa), bahkan kadang lupa bahwa mungkin akan hadir FITNAH karena dia sendiri yang memilih ingin diomongin orang karena ketidakjujurannya.

Jadi, apakah cinta menjadi hal yang terlarang? Oh, tidak dong. Yang pasti, yang menjalaninya harus tahu mana yang baik untuk diumbar dan mana yang lebih baik disimpan. Alasan karena terlibat CINTA LOKASI kadang akan menjadi  bola liar di kemudian hari. Padahal sih, memang dari awal sudah suka, tapi karena semakin sering ketemu dalam tempat yang sama, akhirnya semakin suka deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s