Integritasku tidak untuk digadaikan

Yang Mulia,

Sebagai seorang dosen, kebanggaan terbesar bagi hamba adalah bisa mengajarkan kejujuran dan menjaga integritas keilmuan kepada mahasiswa. Kalau dua hal ini dilanggar dengan alasan persaudaraan atau alasan apapun juga, lantas apalagi yang bisa dibanggakan. Hamba sangat sedih mendengar bahwa panutan hamba, Yang Mulia, ternyata harus menggadaikan integritas itu. Tidakkah yang mulia berpikiran panjang tentang kebanggaan yang hilang hanya seharga barang mewah?

Yang Mulia,

Hamba memang tidak pantas menyampaikan hal ini karena hamba bukan siapa-siapa. Tapi, hamba mohon, jangan engkau gadaikan integritas yang sudah engkau bangun sangat lama, yang bahkan lebih tua dari umur hamba!!

Yang Mulia,

Hamba dulu pernah bangga dan menaruh hormat yang sangat pada Yang Mulia. Kalau sekarang, entahlah. Hamba harus berpikir panjang untuk mengenangnya kembali.

Yang Mulia,

Sedih ini seperti tak terperi, tersayat sembilu. Tapi hamba tidak mampu berbuat apa-apa untuk memperbaikinya.

 

Dari Depok untuk Indonesia yang lebih baik

 

2 thoughts on “Integritasku tidak untuk digadaikan”

  1. ungkapan cinta penuh kritik dan menyimpan harapan…singkat tapi berkesan, saya seperti baru saja menamatkan sebuah novel yang happy ending…thanks ibu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s