Pelanggaran UU Lalu Lintas dan Perlindungan Anak

Saya paling bingung kalau menyaksikan anak-anak di bawah usia 17 tahun mengendarai kendaraan bermotor. Kok tahu kalau di bawah usia 17 tahun? Selain wajah yang masih imut-imut, masalahnya mereka pakai seragam sekolah (biasanya warna biru) alias masih SMP. Pasti dong di bawah 17 tahun. Jadi, sudah pasti gak punya Surat Izin Mengemudi. Yang membingungkan lagi, mereka lewat di depan polisi, eh polisinya pura-pura gak lihat atau melihat tapi pura-pura gak tahu, atau tahu tapi malas menindak. Dan lebih parahnya lagi, mereka berkendara tanpa helm dan berboncengan lebih dari yang seharusnya (biasanya sih bertiga). Kalau masalah kelengkapan sepeda motor sih gak usah ditanya lagi. Biasanya spion juga cuma sebelah. Kalaupun ada sepasang, ukurannya mini, jadi gak berguna. Belum lagi, seringkali di tangan masih pegang hape dan bukan hanya dipegang loh, tapi sambil kirim atau baca SMS. Jangan-jangan mereka juga gak bawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) pula. Jadi, coba bayangkan, berapa banyak pelanggaran yang terjadi dan apakah sanksinya diberlakukan.

Coba lihat foto di samping yang saya ambil dari  yudhadepp.blogspott.com

Sumber: yudhadepp.blogspot.com

Ngeri gak sih…

Nah, sekarang kita lihat pelanggaran sesuai dengan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya Nomor 22 Tahun 2009

1. Tidak punya SIM Rp. 1.000.000 Pasal 281 jo Ps. 77 (1), Ps 81 (1)

2. Tidak pakai helm untuk pengemudi Rp. 250.000, untuk penumpang Rp. 250.000 Pasal 291(1) dan (2) jo Ps. 106 (8)

3. Tidak bawa/punya STNK Rp 500.000 Pasal 288(1) jo 106(5) jo 70(2)

4. Tidak pakai spion Rp. 250.000 Pasal 285(1)

5. Mengemudi menggunakan HP Rp 750.000 Pasal 283 jo 106(1)

6. Membawa penumpang di luar batas  Ps 106 (9)

Duh, pak polisi. Memangnya susah ya menertibkan yang seperti ini. Kalau saya jadi polisi sih, langsung saja saya sita motornya. Silakan orangtua mengambilnya dengan menandatangani surat di atas materai yang menyatakan akan mengawasi anak dan tidak akan mengizinkan anaknya membawa kendaraan sampai yang bersangkutan memiliki SIM (cukup usia dan sesuai persyaratan). Bukan apa-apa, soalnya, dengan membiarkan anak belum cukup usia membawa kendaraan, berarti orangtua juga kan bisa dianggap tidak cakap mendidik anak dan bisa dipidana juga sesuai dengan UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002, walaupun secara tertulis hanya diatur dalam Pasal 26 ayat (1 a)  bahwa Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk : mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak. Silakan definsikan sendiri tentang istilah melindungi. Perlindungan Anak berarti berkaitan dengan asas kepentingan yang terbaik bagi anak dan hak untuk hidup dan kelangsungan hidup si anak (Penjelasan UU Perlindungan Anak).

Jadi… ayo sama-sama kita tegakkan peraturan untuk menjaga kehidupan menjadi lebih baik.

 

Dari Depok untuk Indonesia yang Lebih Baik

One thought on “Pelanggaran UU Lalu Lintas dan Perlindungan Anak”

  1. begitulah bu lina, situasi itu juga terjadi di aceh timur, dan di plosok indonesia lainnya juga terjadi hal yang sama…banyak pembiaran pelanggaran yang akhirnya membuat masyarakat tidak tau ada peraturan..seenaknya saja melanggar peraturan walau merugikan dirinya dan orang lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s