Kesetiaan = Ibarat Kopi Ditambah Susu

Apa sih kesetiaan itu? seorang mahasiswa saya menyebut bahwa setia itu kalau sang pacar selalu ada untuk dia. Ah, Haddi…kayaknya dia merujuk definisi kesetiaan dari http://www.urbandictionary.com deh. These are the people you can trust to have your back all the time, you can close both eyes when sleeping and they got you covered or turn your back on them after handing ’em a knife or gun and not have to worry they will be tempted to use it on you. They will never abandon you. Apa iya? Bagi saya sepertinya ini terlalu berlebihan deh. Kasihan banget tuh pasangan. Nanti, orang akan menilai kalau kita itu seperti anak lahir kembar siam dong. Masalahnya, kembar siam saja, dengan kecanggihan dunia kedokteran bisa dipisahkan kok.

Konsep kesetiaan itu sendiri kalau menggunakan penilaian kerja Pegawai Negeri Sipil yang dulu (DP3-Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) adalah kesetiaan, ketaatan, dan pengabdian kepad Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan pemerintah. Pada umumnya yang dimaksud dengan kesetiaan adalah tekad dan kesanggupan mentaati melaksanakan, dan mengamalkan sesuatu yang disetiai dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Tekad dan kesanggupan tersebut harus dibuktikan dalam sikap dan tingkah laku sehari- hari serta dalam perbuatan dalam melaksanakan tugas. (Lihat Penjelasan PP No. 10 Tahun 1979 Pasal 4 Ayat (2) Huruf a) Sangat abstrak dan tidak jelas ukurannya.

Jacoby dan Chesnut (1978) menyebut bahwa dalam konteks hubungan personal, loyalty is shown when persons do not undermine others by what they say or do. Intinya, adalah saling mendukung  dan pengertian.

Nah, kalau saya sih setuju dengan pendapatnya Jacoby dan Chesnut. Memang itulah kesetiaan. Jadi setia pada pasangan itu berarti mendukung hal baik yang dilakukan pasangan kita dengan penuh pengertian. Seperti kopi dan susu. Masing-masing bisa eksis, tetapi kalau dicampur…ah nikmat rasanya. Bisa merem melek. Ingat, kopinya jangan ditambah lagi cokelat alias three in one ya, bisa repot nantinya. Kita, pasangan, dan orang ketiga deh. Berat…

Dari Depok untuk Indonesia yang Lebih Baik

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s