The Lost History at SMP 87 Jakarta: menjelang Reuni Angkatan 87

6 April 2015

Kekagetan pertama terjadi saat pulang kerja, Rajul – anak saya yang kedua- memberi kabar bahwa teman saya saat SMP yang namanya Tati menelepon. Saya masih berpikir? Who’s Tati? I don’t have a SMP’s friend with Tati’s name. OMG…Jangan-jangan penipuan. Tapi masalahnya, kalau itu penipuan, kok dia kasih nomor telepon ke anak saya.

Saya coba telepon, tidak diangkat… “ah, berarti iseng, nih orang”, saya pikir. Tapi, saya telepon lagi kedua kali, dan

“Hallo…saya Lina. Tadi telepon saya?”

“Iya Lin, ini Tati.”

“Tati mana ya? Sorry banget ya, gua lupa.”

“Tati Sumiati, loe masih ingat gak? Loe Lina Miftahul Jannah yang rambutnya panjang kan?”

“Iya” jawab saya sambil mikir “Why I don’t remember what kind of Tati is? Am I okay?”

“Lin, kita mau reuni ya, tanggal 26 April di Café Mang Uni. Loe dateng ya”

“Oke, insya Allah saya datang. Ntar gua jadwalin dulu. Biasanya gua sering ke luar kota. Di mana tempatnya?”

“Bintaro sektor 3. Oh ya, minta nomor hape loe ya, mau dimasukkan ke WA.”

“Oke ntar gua sms, saya lupa nomor hape yang bisa WA”.

Saya belum punya bayangan… mau reuni SMP. Di Bintaro sektor 3. Di mana lagi itu… terlalu banyak keliling Indonesia, malah gak tahu peta Bintaro.

Terbayang beberapa nama… loh kok yang saya ingat hanya Erni Setyaningsih dan Masronih, Irawan Syahputra (itu pun karena satu SMA), Deswita (waktu kelas 3 sering kerumahnya bareng Eddy dan Maya), Eddy (duh Eddy siapa ya?), Iwan Saputra (yang kalo nulis nama i-one), Fauziah alias Ifau. Otak saya terus memutar dan… sudahlah toh nanti saya pasti dapat mengingatnya.

8 April 2015

Saya ditambahkan oleh Tati dalam Grup WA Alumni 87-87 Kompak.

“Met gabung ibu dise UI, lina Miftahul. @ibu dosen “

“Terima kasih atas undangan gabung nya. Apa kabar semuanya?” Ih…saya kok formal banget ya?

“Lina itu tmn SD gw?” sapa Yohana. “Masih inget gak ya dia sm gw?”

Masih lah … anak kodam kan?

Selanjutnya sahut-sahutan antara teman yang lain nya muncul. Anggota grup terus bertambah dan percakapan semakin menarik. berlanjut, dan terus bertambah. Hanya saja, saya masih tidak percaya, ada beberapa nama yang tidak saya ingat bentuk dan wajahnya, termasuk Tati. Please forgive me…

21April 2015

Terus terang, dengan jujur saya katakan kalau saya minder. Saya bingung, apa yang harus saya tuliskan di grup WA. Ironi ya.

WA membantu saya menyatukan potongan teka-teki yang tersebar. Saya lebih banyak menyimak. Dari sini ingatan saya kembali sedikit demi sedikit. Bagaimana guru-guru saya dulu, siapa teman-teman saya. Dan saya akhirnya merenung… siapa sih saya dulu.

Saat SMP, yang saya ingat pergi sekolah naik angkot, masuk kelas, jajan di kantin saat istirahat, sholat di mushola, pulang sekolah jalan kaki. Sabtu kadang main basket. Selebihnya, belajar gak berlebihan dan saya juga bukan orang yang berprestasi kecuali pernah menang lomba sekolah sekali dan itu kalo gak salah ada hubungannya dengan pidato pendek terkait asbabun nuzul….”Yes, akhirnya, saya ingat kalau saya punya prestasi.”

Seperti yang pernah saya tuliskan di blog ini juga. Banyak guru yang mengajar saya, tetapi yang membekas dan tak lekas hilang adalah Pak Fauzun, Pak Radi, dan Bu Neneng. Yang lainnya… antara ada dan tiada deh. Maaf ya, Bapak dan Ibu Guru. Oh ya, akhirnya ada lagi yang menempel tiba-tiba. Guru agama, yang kalau mengajar lengkap seperti toko emas jalan, karena perhiasannya lengkap betul. Mudah-mudahan tidak salah nama. Bu Kartini. Soalnya saya pernah berdebat dengan beliau terkait imla (dikte dalam tulisan Arab) huruf en, dengan nun dan tanwin. Namanya juga saya… kalau gak komplain, gimana gitu rasanya.

22 April 2015

Sepulang dari Banyuwangi, langsung saya antar bingkisan saya buat para guru. Saya titipkan lewat Mariah di tempat dia kerja. Pulang dari kantor Mariah, saya putuskan langsung ke rumah sakit. Toh, saya tidak mungkin mengejar rapat karena jalan tol macetnya luar biasa. Ketemu dokter yang tempo hari memeriksa anakku. Hasil periksa dari rumah sakit, saya positif VARICELLA… keren banget ya nih penyakit. Nama Indonesianya: CACAR AIR. Sebel…sebel…sebel… (#gayakomarpremanpensiun)

23 April 2015

Saya akhirnya memutuskan menyampaikan info ke Tati kalau saya kena cacar air. Hik…hiks…hiks… pengen datang ke acara reuni. Boleh gak ya???

Khusus buat TATI… AMPUN DAH.

Dari Depok untuk Indonesia yang Lebih Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s