Yuk Gunakan Bahasa dengan Tepat [2]

Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa kedua di negeri ini. Itu tidak salah. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diingat. Pasal 1 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan menyatakan bahwa: bahasa resmi nasional yang digunakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan ada yang menyebut, “gak keren ah kalo gak pake bahasa asing, kuno, kampungan” IMG20150421124000#1

Nah apakah ada yang salah pada foto di samping? Perhatikan tulisan di bawah Bank Jatim. Ya, benar sekali. Drive True PBB. Tulisan tersebut saya temui saat melakukan perjalanan dinas ke Kabupaten Banyuwangi. Coba bandingkan dengan gambar berikut ini. IMG20150421124014

Gambar sebelah kanan saya peroleh di tempat yang sama. Ceritanya, gambar tersebut adalah penunjuk arah ke loket Bank Jatim.

Penggunaan bahasa asing, sekali lagi tidak dilarang. UU 24/2009 membolehkan hal tersebut sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 38 bahwa: (1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam rambu umum, penunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk, dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum, dan (2) Penggunaan Bahasa Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disertai bahasa daerah dan/atau bahasa asing.

Hanya saja, cobalah pakai bahasa yang tepat. Drive True Drive Thru adalah dua hal yang berbeda. Drive True artinya tepat berkendara, sedangkan Drive Thru (berasal dari istilah Drive Through) artinya  lewat berkendara. Kesalahan kecil tapi berbeda makna. Untuk istilah ini, tentu saja yang benar adalah Drive Thru.

Hanya saja, maksud yang baik ini tetapi kenapa ya harus berbahasa asing. Apakah tidak ditemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia? Sejauh yang saya ketahui, kata tersebut belum ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Saya memang pernah membaca ada sebuah media cetak yang mengganti istilah Drive Thru menjadi Kendara Lewat. Artinya, pelayanan diberikan tanpa orang perlu turun dari kendaraannya. Biasanya digunakan di loket-loket restoran cepat saji. Apakah ini harusnya yang kita pakai kemudian?

Pemerintah sepertinya harus segera mengatur hal ini. Banyak inovasi yang dilakukan namun merujuk pada bahasa asing, sehingga ke depannya pelayanan-pelayanan yang sejenis dapat memperbaikinya dan kita tetap bangga dengan Bahasa Indonesia, sebagai bahasa pemersatu bangsa.

Di luar perdebatan tersebut, saya cukup mengacungkan jempol bahwa ada inovasi pelayanan. Pak Abdullah Azwar Anas memang luar biasa deh. Beliau bukan hanya ganteng loh, tapi mampu membawa Kabupaten Banyuwangi menjadi daerah yang humanis dan memberikan banyak perbaikan dalam pelayanan. Berada di Banyuwangi saya merasa diwongke.

Selamat ulang Tahun Pancasila, 1 Juni 2015

Dari Depok untuk Indonesia yang Lebih Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s