Surat terbuka untuk PT Ultrajaya: Good Quality, Care to Customer

Yang terhormat

PT Layanan Konsumen PT. Ultrajaya di Bandung

Masuk ke kantor di awal minggu ketiga September membuat hati sedikit ceria. Hari ini  saya akan berikan empat jempol saya untuk PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk. Berhubung saya tidak berhasil membuat emoticon jempol, saya berikan ♥♥♥♥ untuk perusahaan yang salah satunya menghasilkan Ultra Milk.

Seperti yang sudah saya cantumkan sebelumnya pada blog ini bahwa saya mengadukan tentang kualitas susu ultra coklat ukuran 1000 ml yang telah rusk. Silakan baca di: https://linamjannah.wordpress.com/2015/09/04/hadiah-di-hari-pelanggan-a-best-practice-from-pt-ultrajaya/ ternyata kepuasan saya ini tidak berhenti loh. Saya mendapatkan selembar surat “cinta” lagi dari perusahaan Anda ini tertanggal 16 September 2015 Nomor 920/Kons-131/VIII/15

Surat dari PT. Ultrajaya Milk Industry
Surat dari PT. Ultrajaya Milk Industry

Nah… saya jadi yakin, kalau Ultra Milk diproduksi oleh perusahaan yang memang “care” dengan pelanggannya, sehingga yang pastinya perusahaan ini pun akan “care” akan menjaga betul kualitas produknya. Pelanggan tidak perlu diberikan beragam hadiah loh untuk dibuat senang, apalagi hanya dengan iming-iming undian saja. Ini adalah kemenangan Ultra Milk, kemenangan Ultrajaya, dan kemenangan Layanan Konsumen PT. Ultrajaya.

Saya berprinsip, hal-hal yang baik harus diberi apresiasi. Ini salah satu bentuk apresiasi saya. Mudah-mudahan mahasiswa saya ada yang mau menulis tentang betapa pentingnya “menjaga hati pelanggan” dan menjaga kualitas bisnis.

Salam,

Dari Depok untuk Indonesia Lebih Baik.

Rayuan 1: cara memaksa orang ultah agar mentraktir

Pernah punya keinginan tapi tidak tersampaikan? Ada sebuah pengalaman yang mau saya bagi tentang bagaimana keinginan yang tidak tersampaikan dan cara merayu agar keinginan tersebut tercaapai. Akan saya tulis dalam dua tulisan ya

Wati kemarin berulang tahun. Teman-temannya meminta Wati sedikit menjamu traktiran lah (padahal mereka hanya mengucapkan selamat ulang tahun ke Wati via What’s App (WA) saja sejak pagi hari, gak ada kado apalagi kejutan istimewa). Di sindir-sindir kapan traktirannya, Wati hanya kirim “Wkkk… dengan empat gambar emoticon merengut (grumpy)”

Nah sejak kemarin malam hari ini, sejak pagi Budi sudah membombardir grup WA yang diberi nama “katakan”… asal katanya bukan kata tetapi katak loh.

Budi : Selamat ultah, Mba Wati. (sambil dikirim gambar sate kambing dan sop nya)

Amir: PSK nih?  – PSK tuh singkatan dari Pusat Sate Kiloan

Wati: Waaah…tega bnr ga ngajak2 kl ntraktir tho Mas…baru plg ni dr PGT hiksss… – PGT singkatan dari Pegangsaan Timur

Budi: Mampir neeh d Margonda…., soto betawi plus sate mbek

Amir: Gua juga baru nyampe rumah padahal

Budi: Nyusul bro…. Katakaners yts…, mhon khadirannya dlm perayaan ultah mba Wati…, harap djadwalkan. Waktu dan tempat masih mnunggu konfirmasi mba Wati. Tiada kesan tanpa kehadiranmu katanya. Hormat, panitia

Sari: 9 emoticon tersenyum. Saya siap mas Budi hahahaha

Wati: Wkkk… tiga gambar emoticon merengut

Budi: Lho piye iki tooo…, kok malah nyengir saja. D tunggu konfirmasi lebih lanjut lhooo

Iwan: asyik

Budi: Mengurangi stress…., agak miring dikit aja

Sari: Kalo nyengir mba Wati tuh artinya ….. “injih masku”

Budi: Alhamdulillah…., sekaligus acr d lanjutkan dgn rapat persiapan ultah mba Sari d inul vista atau nav. Undangan terbatas harap konfirmasi di nmor 0817XXXX43

Sari: Hahahaha….#kaburrrrr dengan 10 emoticon senyum

Amir: Tiada kesan tanpa makan makan. Jumat yuk, daripada stress mikirin lembaga

Wati: Hahaaa…monggo nderek mawon

Budi: Alhamdulillah yg punya gawe sdh ok …., bro Amir kita eksekusi yaaaa. Hidup itu harus seimbang

Wati: Betul, Mas. banyak2 ntraktir yg ultah biar seimbang beratnya

Agus: Ssettuujjuuuu … dengan emoticon 1 kali tepuk tangan. Setuju sama bro Budi maksudnya.

Budi: Lho, justru kita mau ngajarin jurus mnikmati hidup ama dirimu, mba Wati…. Bro Agus sdh d japri khan ama mba Wati….? D tunggu yaaa d tkp

Agus: Beeelummmmm. ..

Wati: Wkkk… wah… Mas Agus ga aci neh, ga belain aku

Budi: Lho, Mba Wati, jadi ga semua yaaa d japri

Agus: satu emoticon lelah

Wati: Hahaaa…panitia topbgt… Nurut aja panitia yg atur

Selesai dulu ya. Lanjut ke Rayuan 2: Ini pasti berhasil memaksa orang mentraktir kita

 

 

 

Dirgahayu ke 32 Hari Olahraga Nasional: Apa kabar olahraga Indonesia?

Hari ini hari Olahraga Nasional. 9 September 1982 yang lalu telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Olahraga Nasional. Tanggal 9 September dipilih karena penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional di Solo pada 1948 dilaksanakan pada tanggal ini.

Kalau generasi sekarang diminta menyebutkan Haornas -singkatan dari Hari Olahraga Nasional- pasti mereka akan bingung. Makhluk apaan tuh (dengan gaya sambil.menutup sebelah mata seperti Pak Jaja Miharja saat menjadi host sebuah acara dangdut)

Masalahnya, kok prestasi Indonesia masih keok di kancah internasional? Apakah karena memang tidak ada orang Indonesia yang mampu berprestasi? Atau karena olahraga tidak pernah mendapat perhatian khusus? Coba saja lihat pelajaran olahraga di SD hingga SMA. Siswa hanya diajarkan sekadarnya, tanpa bimbingan yang benar. They exercise just to get score for their grade. Selebihnya lari, loncat, main volley, main basket, tanpa tahu bagaimana olahraga yang tepat. Jangan kan bicara kualitas lapangan, di beberapa sekolah bahkan lapangan olahraga sangat minimalis atau bahkan tidak ada.

Para atlet Indonesia juga sering terlihat jago kandamg. Kalau sudah ketemu lawan yang lebih unggul rankingnya, terlihat gak serius dan bahkan cenderung mengalah, pura-pura cidera. Biasanya terlihat dari tempelan plester di sana-sini. Kalah sebelum bertanding. Di mana letak semangat pantang menyerah?

Atlet berprestasi dikalungi bunga ketika menang, disambut bak selebriti, dicaci maki bak penjahat,  tapi tidak jelas bagaimana keberlanjutan pembinaan dilakukan. Coba lihat China yang serius melakukan pembinaan sejak dini dan melakukan regenerasi atlet. Di Indonesia, menjadi atlet bisa sampai habis energi. Saat atlet seangkatan Taufik Hidayat telah pensiun dan kemudian menjadi pelatih, Taufik tetap jadi atlet Indonesia walaupun prestasinya sudah terseok-seok.

Menurut Pak Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Kerja, “mulai tahun depan kemenpora akan memberikan jaminan kesejahteraan bagi mantan atlet yang meraih medali olimpiade.” Mengapa hanya olimpiade, Pak Menteri. Bukankah tingkat Asia saja kita sudah keok. Di ASEAN saja kita sudah tidak nomor satu.lagi kok.

Jadi, apa lagi yang harus ditunggu? Kesejahteraan paska juara, atau pembinaan yang utama? Sudah sampai dimana pemberantasan mafia olahraga di Indonesia.

Jangan sampai olahraga di Indonesia hanya akan menjadi slogan “Hidup segan, mati pun tak mau”.

Selamat Hari Olahraga Nasional, jangan hanya sekedar diingat, tapi untuk direnungkan.

Dari Depok untuk Indonesia Lebih Baik. 

Hadiah di HARI PELANGGAN: Pelajaran Terbaik dari PT ULTRAJAYA

Tepat hari ini, 4 September 2015, diperingati sebagai Hari Pelanggan Nasional. Hari ini juga saya senang sekali. Sebagai salah seorang pelanggan yang loyal, ternyata diperhatikan oleh perusahaan membuat hati saya berbunga-bunga.

Tanggal 28 Agustus 2015 yang lalu, kolega saya di kampus memanggil saya. Dia bilang, susu yang baru saja dibukanya sudah tidak enak, padahal kemasan masih tertutup, dan staf saya di kantor baru saja membeli 2 minggu yang lalu di salah satu gerai waralaba di Kampus UI.

Saya melakukan pengaduan melalui telepon sebagaimana tertera di kemasan susu siap minum tersebut di Layanan Konsumen 0-800-11-ULTRA (85872). Alhandulillah, walaupun cukup menunggu waktu lama untuk tersambung akhirnya saya dapat berkomunikasi dengan seorang staf di PT Ultrajaya ini yaitu Pak Ruli. Saya diminta informasi tentang semuanya termasuk kode produksi dan tanggal daluarsa dari produk yang rusak. Beliau menjanjikan akan menindaklanjuti. Beliau berpesan agar saya menyimpan kemasan yang isinya rusak dan akan diuji di laboratorium.

Pada hari itu juga, saya juga mengirimkan keluhan melalui surat elektronik kepada customer_care@ultrajaya.co.id. Ini isu surat saya

Saya membeli kemasan ultra ini  sekitar dua minggu yg lalu di alfamart kampus ui depok. Kemasan ini saya simpan di lemari pendingin. Saat saya buka beberapa menit yang lalu, ternyata rasanya sudah asam. Padahal pada kemasan tertera expired date 24 Februari 2016.

Tidak lama dijawab seperti berikut:

Yth Ibu Lina
Sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas perhatian dan kepercayaannya terhadap produk Ultrajaya. Sehubungan dengan informasi produk yang disampaikan, atas nama PT. Ultrajaya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang telah di alami.
Menanggapi keluhan yang Ibu sampaikan  untuk saat ini kami belum dapat memastikan penyebab kenapa produk yang Ibu dapatkan tidak sesuai Standard PT. Ultrajaya, dikarenakan untuk mengetahui penyebab kerusakan secara pasti diperlukan pengecekan Laboratorium terhadap kemasan produk yang dikeluhkan.
Pada dasarnya setiap produk Ultrajaya yang kami produksi selalu melewati tahapan pengecekan yang cukup ketat di Laboratorium Quality Control kami baik secara fisik, kimia maupun mikrobiologis. Karena kami tidak hanya memasarkan produk didalam negeri saja tetapi juga untuk ekspor. Setiap tahapan proses baik itu mulai dari bahan baku sebelum diolah pun kami  lakukan pengecekan terlebih dahulu, pada saat proses produksi dan saat produk jadi sebelum dipasarkan kami juga cek terlebih dahulu, sehingga apabila ditemukan produk yang tidak sesuai dengan standar PT. Ultrajaya, maka perlu ditelusuri lebih lanjut.
Jika Ibu tidak keberatan, wakil kami akan  mengunjungi Ibu untuk melihat dan melakukan pengecekan terhadap produk yang dikeluhkan. Mohon dapat diinformasikan alamat lengkap (kantor/ rumah) dan no.Telp yang bisa dihubungi (Rumah/kantor/HP) 
Informasi ini tentu menjadi masukan yang sangat berharga bagi kami untuk lebih meningkatkan terus sistem penanganan mutu produk kami dan kualitas pelayanan terhadap konsumen.
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih

Regards,

Public Affairs dept.

Setelah saya berikan identitas saya, saya diberikan jawaban surat elektronik lagi di hari yang sama.

Baik bu,

Tim kami akan proses lebih lanjut

Mohon maaf atas ketidaknyamanannya

Regards,

Public Affairs dept.

20150904_115408

Pada 1 September 2015, saat saya sedang tugas luar kantor, saya mendapat telepon dari Pak Izhar bahwa dia dari PT Ultrajaya dan akan mengambil kemasan yang rusak.

HADIAH DARI PT ULTRAJAYA
HADIAH DARI PT ULTRAJAYA

Kalau saja semua perusahaan seperti ini, pasti pelanggan tetap akan loyal, karena pelanggan diberikan haknya. Kalau semua pelanggan sadar akan hak dan kewajibannya, saya yakin perusahaan juga lebih maju.

Ternyata benar siang itu juga, menurut staf saya, beliau mengambil kemasan tersebut dai kantor saya dan memberikan souvenir 2 kemasan susu ultra coklat kemasan 1000 ml.Terima kasih Pak Izhar, terima kasih Pak Ruli, Terima kasih Ultra Jaya.

Di saat perusahaan yang lain tidak sadar akan kewajibannya, PT Ultrajaya menulis dengan sangat jelas pada kemasannya tentang nomor telepon layanan konsumen.

Sebagai konsumen yang sadar, bukan hanya kali ini saya melakukan pengaduan. Tapi jawabannya standar dan tidak ada tindak lanjutnya setelah itu dan hingga hari ini. Bahkan untuk mencari tahu alamat komplain nya, saya harus repot-repot mencarinya di google. Setelah mengisi form keluhan, jawabannya seperti ini.

Terima kasih telah menggunakan contact us form dari website kami.

Sebelumnya kami sangat menyesalkan kejadian yang Ibu alami dengan product dari PT XXX, dan kami mohon maaf untuk ketidaknyamanan yang Ibu alami.

Keluhan Ibu kami forward ke PT XXX selaku produsen dan distributor produk terkait untuk mendapatkan tanggapan lebih lanjut.

Demikian, semoga berkenan.  

Hormat kami

Mrs. CK

PT XXX (Tbk)

Sekali lagi, TERIMA KASIH ULTRA JAYA.

SELAMAT HARI PELANGGAN

Dari Depok untuk Indonesia Lebih Baik