Jangan pernah percaya 100% kepada siapapun

Dari sebuah buku karya Francis Fukuyama, saya kutip sebuah cerita dari Diego Gambetta yang benar-benar terjadi di Italia Utara dalam The Sicilian Mafia: the Business of Private Protection:

“Seorang mantan bos (mafia) Italia mengingat kenangan ketika ia masih kanak-kanak. Ayahnya, yang juga bos mafia, saat itu menyuruhnya memanjat sebuah tembok yang cukup tinggi. Tanpa berpikir panjang, si anak segera memanjatnya. Sesampainya di atas, si ayah segera menyurunya melompat turun. Tentu saja dia bingung. Tetapi, si ayah tetap bersikeras menyuruhnya melompat, sambil berjanji akan menangkap tubuhnya dari bawah. Akhirnya, ia teryakinkan oleh janji ayahnya. Dan beberapa saat kemudian, dengan posisi terjun payung, ia melompat ke arah ayahnya yang sudah siap pada posisi menangkap. Tetapi, seketika si anak melompat, anehnya, si ayah secepat kilat menghindar. Tentu saja tidak ada kesempatan bagi dirinya untuk memperbaiki posisi. Hidungnya mencium tanah, patah, dan berdarah. Tangannya terkilir dan memar. Napasnya berhenti sejenak. Untung tulang rusuknya tidak patah. Setelah sadar, dengan napas tersengal dia segera bangun dan memprotes. “Bapak sengaja mau mencelakakan saya ya?” Dengan wajah tanpa dosa si ayah menjawab “Kamu harus belajar tidak percaya, sekalipun pada ayahmu sendiri” (Fukuyama, Trust -terj- 1995, xii)

Waktu saya masih kuliah S1, ibu saya, Ibu saya juga  pernah mengingatkan saya untuk tidak percaya 100% kepada siapapun… Alasannya, agar ketika saya dikhianati, maka saya dapat segera bangkit dan tidak terpuruk terlalu dalam. Buat saya masuk akal juga…

Nah, bagaimana yang terjadi di negara ini? Apa ketidakpercayaan juga menjadi suatu keniscayaan, sehingga kita tidak perlu percaya sepenuhnya kepada pemimpin negara dan lantas kemudian membabi buta melakukan kajian bahwa yang dilakukan mereka adalah salah. Bagi saya, dengan ketidakpercayaan berarti perlu ditumbuhkan sikap persiapan untuk menghadapi hal-hal buruk di kemudian hari, sehingga kita tidak terjebak dengan kondisi kebahagiaan semu saat ini.

Dari Depok untuk Indonesia Lebih Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s