Love for Bapak

Pak, kata orang kemarin itu hari ayah. Wah, seumur Lina sekarang, baru tahu kalau 12 November tuh hari ayah.

Tadi malam, Lina pulang tidak pamitan karena saat Lina lihat Bapak tidur pulas, baru Lina lihat Bapak begitu lelah dan sedih (kalau tidak mau disebut kehilangan berat). Walaupun Bapak berusaha menunjukkan kalau Bapak tuh tegar sekali dan tidak mau terlihat sedih di depan kami, kami tahu bahwa Bapak begitu terguncang. Pak, itu sangat manusiawi, kok.

Pak, kita itu mirip sekali. Sama-sama aquarius. Toh mami, selalu bilang. Kamu ini mirip banget sama Bapak kamu, ya baiknya ya buruknya. Tidak tahu mengapa, bagi Lina, Bapak telah menjadi teladan dan panutan untuk semuanya. Mulai dari kecerobohan, kecuekan berpakaian, nyeleneh, sampai melawan banyak kemapanan. Integritas, kesetiaan, kemandirian, dan semangat berjuang yang Bapak contohkan, Insha Allah terus Lina pertahankan. Mudah-mudahan capaian prestasi Lina yang tidak seberapa ini membuat Bapak dan keluarga banda.

Pak, bukannya Lina juga tidak sedih. Kalau Lina kemudian tidak tampak menangis pun saat mami dulu menghadap Sang Khalik tahun 1997, Lina ingin nampak tegar di depan adik-adik termasuk Bapak,Teramat berat, pak. Terlalu sakit, pak.

Selamat hari Ayah. Terima kasih atas segala inspirasi dan pembelajaran dari Bapak. Bapak dan Mami selalu jadi pahlawan buat Lina. Tuhan tahu yang terbaik untuk ummatnya.

Dari atas KA Sawunggalih Kursi 16A menuju Purwokerto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s